Domain my.id web.id co.id itu subdomain

Satu diskusi mengenai domain sangat menarik ketika kita mau mengangkat masalah domain indonesia seperti my.id, web.id, co.id ,biz.id dan lain sebagainya. Setelah domain .id diluncurkan dan bisa dimiliki dengan persayaratan minimal maka popularitas web.id ,my.id dan teman temannya mengalami penurunan. Ditinjau dari sisi marketing ekstensi web.id auapun my.id tampak kurang keren, sebab itu sangat mirip dengan subdomain meski berdiri terpisah atau tak terkait langsung dengan dot id saja.

Keunggulan utama dari ekstensi web.id maupun my.id dapat dilihat dari harga yang masih sangat terjangkau, berbeda jauh dengan domain domain anything.id. Entah hanya segelintir orang saja yang merasa kalau web.id dan my.id sebenarnya TLD atau bukan , namun faktanya ekstensi tersebut sangat mirip dengan sebuah subdomain dari anything .id.

Tapi untuk memastikan bahwa itu memang sebuah subdomain dari .id maka mari kita ambil contoh satu situs top level domain dengan ekstensi .com, dalam hal ini akan dicontohkan dengan situs web dengan nama www.google.com. Untuk google.com (tanpa awalan www) sebagian orang sudah memahaminya sebagai top level domain international, sama halnya dengan dot net, dot org atau lainnya.

Lalu google mempunyai subdomain dari domain utamanya , salah satunya adalah support.google.com. Kata support diletakkan sebelum google.com dan semua orang telah mengetahui kalau situs yang beralamat di support.google.com merupakan subdomain, bukan domain utama.

Mari kita mengandaikan dengan eksetensi id. Katakan situs yang memakai ekstensi top level domain id itu adalah pandi.id, web.id, co.id dan my.id, lalu kita ambil saja salah satunya, yaitu web.id. Lalu seseorang membeli domain dari salah satu registrar lokal dengan nama utamakansaja.web.id. Kata utamakansaja kedudukannya sama dengan support yang melekat di support.google.com yaitu sebagai subdomain, bukan domain akar kalau ditinjau dari pengertian top level domain itu sendiri.

Terus manfaat utamanya apa kalau kita mengetahui jika membeli domain murah dengan ekstensi web.id itu sama halnya membuat subdomain? Keuntungan utama bagi calon pebisnis adalah bahwa ada baiknya anda lebih memilih untuk pakai anithyng.id dibandingkan dengan mengorbankan banyak hal pada subdomain seperti web.id. Membeli web.id, my.id dan teman temannya tidaklah rugi, namun dari sisi marketing masih lebih keren ketika langsung pakai .id .

Ekstensi my.id, web.id dan sejenisnya cukup dipakai sebagai tambahan meski tindakan itu akan dipertimbangkan ketika anda sudah lama memakai web.id . Tetapi bukan tidak mungkin, sebab www.domainmurah.xyz sangat memahami jika anda bisa membuat keputusan terbaik.

Kalau melihat harga yang diberlakukan, anythyng.id memang harga domain id bisa 10x lipat dari web.id, tentu perbedaan harga itu memberikan sinyal betapa berartinya jenis domain ini. Tak jauh beda dengan .my dan .sg , yang tak bisa dimiliki oleh sembarang orang , ditambah harga di atas rata rata top level domain international.

Tetapi kami yakin anda setuju bahwa membangun bisnis di internet akan lebih menguntungkan pakai TLD dibandingkan dengan mengandalkan subdomain. Walaupun tak ada satu pun yang bisa memastikan anda bisa lebih sukses dengan TLD, tetapi berperan serta sebagai pembeli domain anything.id akan membantu bisnis lokal tumbuh lebih baik.

Saatnya hijrah dan mengeluarkan sebagian anggaran yang anda miliki untuk membeli domain .id, mumpung masih banyak nama nama cantik yang tersedia maka bergegaslah merogoh kocek untuk menyewa domain pada pandi beserta mitra mitra terpercayanya. Atau ganti domain lama yang masih pakai web.id/sejenisnya dengan langsung ke anything.id daripada nunggu hingga nama keren diambil orang lain. Yuk sukseskan semua penyedia registrar id lokal di Indonesia, kalau bukan kita yang membeli maka akan banyak domain .id cantik jatuh ke orang luar Indonesia.